
Obsessive Compulsive Disorder Memiliki Berbagai Bentuk Gejala
Obsessive Compulsive Disorder Adalah Gangguan Mental Yang Menyebabkan Individu Mengalami Obsesi Untuk Melakukan Tindakan Berulang (Kompulsif). Orang dengan OCD mungkin mengalami obsesi seperti ketakutan akan kuman dan kebutuhan untuk menyusun barang-barang dengan rapi. Bahkan mereka memiliki kekhawatiran akan keselamatan diri atau orang yang mereka cintai. Meskipun seseorang dengan OCD menyadari bahwa obsesi dan kompulsi mereka tidak masuk akal dan sebenarnya tidak ingin melakukan hal tersebut. Namun mereka sering kali merasa tidak mampu untuk menghentikan atau mengontrolnya.
Dan biasanya, jika mereka tidak melakukan tindakan tersebut, mereka mungkin merasa tidak nyaman bahkan bisa mengalami kecemasan yang berlebihan terhadap akibatnya. Gangguan kesehatan mental ini umumnya terjadi pada orang dewasa, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada anak-anak dan remaja. Sebagian besar kasus Obsessive Compulsive Disorder di diagnosis pada usia 19 tahun dan cenderung lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan.
Aliando Mengungkapkan Bahwa Obsessive Compulsive Disorder Membuatnya Sering Mengembangkan Kebiasaan Aneh
Aliando Syarief telah menderita gangguan mental Obsessive Compulsive Disorder (OCD) dalam waktu yang cukup lama. Gangguan tersebut bahkan membuatnya harus beristirahat dari dunia hiburan Indonesia. Dalam sebuah tayangan video yang beredar di Instagram, Aliando Mengungkapkan Bahwa Obsessive Compulsive Disorder Membuatnya Sering Mengembangkan Kebiasaan Aneh, sering menumpuk sampah di kamarnya.
Meskipun kondisi kesehatan mentalnya belum sepenuhnya pulih, Aliando menyatakan bahwa ia sudah mulai bisa melawan gejalanya secara perlahan. Dia juga mengungkapkan bahwa awal mula menderita OCD adalah karena di pengaruhi oleh teknik brainwashing dari seseorang yang ingin merampok rumahnya pada tahun 2019. Saat ini, Aliando memilih untuk kembali ke dunia hiburan dengan membintangi sebuah film dan serial berjudul A+. Selama di lokasi syuting, Aliando mendapati bahwa bekerja dengan teman-teman seumuran membantu mengatasi penyakit yang di deritanya.
Adanya Obsesi Yang Mengganggu Dan Dorongan Untuk Melakukan Tindakan Kompulsif
Obsessive Compulsive Disorder (OCD) di tandai oleh Adanya Obsesi Yang Mengganggu Dan Dorongan Untuk Melakukan Tindakan Kompulsif yang berulang-ulang. Gejala OCD bervariasi dari satu individu ke individu lainnya, tetapi umumnya melibatkan kombinasi dari obsesi dan kompulsi. Sayangnya, OCD merupakan gangguan kesehatan mental yang tidak memiliki obat yang dapat menyembuhkannya secara langsung. Namun, individu yang mengidap OCD dapat mengurangi gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari dengan mengikuti beberapa jenis perawatan. Misalnya, berkonsultasi kepada dokter terhadap gejala yang terjadi.
Dengan demikian, dokter biasanya akan memberikan saran agar pasien menjalani psikoterapi, meresepkan sebuah obat atau mungkin kombinasi antara keduanya. Tetapi hal ini tergantung pada tingkat keparahan OCD yang di derita. Meskipun sebagian besar penderita mengalami peredaan gejala setelah menerima perawatan, tetapi ada juga yang terus mengalami peningkatan gejala walaupun telah menjalani pengobatan.
Berbagai Bentuk Gejala Obsessive Compulsive Disorder
Ada Berbagai Bentuk Gejala Obsessive Compulsive Disorder yang dapat muncul, dan penelitian terus dilakukan untuk mengidentifikasi tipe-tipe dan variasinya. Meskipun demikian, umumnya gangguan ini di kelompokkan ke dalam enam tipe yang berbeda.
Memeriksa (checking), merupakan jenis OCD yang paling umum. Pada jenis ini, individu sering kali melakukan tindakan memeriksa sesuatu secara berulang-ulang, bahkan hingga ratusan kali dan berjam-jam lamanya. Meskipun terkadang di anggap sepele oleh orang yang tidak akrab dengan OCD, perilaku ini dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan sosial dan pekerjaan penderitanya. Contoh hal yang sering di periksa termasuk kunci pintu, saklar lampu atau keran air.
Selain itu, terdapat juga gejala lain yang dapat muncul pada OCD, seperti kebutuhan untuk menyusun atau menyortir benda-benda dengan urutan tertentu, serta pikiran obsesif yang berulang dan mengganggu yang seringkali tidak memiliki jawaban pasti. Gejala ini dapat bervariasi dari satu individu ke individu lain yang mengidap Obsessive Compulsive Disorder.